Rangkuman Kuliah Umum dari Seminar Erik Seda
Perspektif Sosiologi
dan Perspektif Ilmu Ilmu Sosial
Gambar 1 Revolusi Industri
Gambar 2 Revolusi Perancis
Perspektif Sosiologi
Perspektif Sosiologi
pada awalnya tumbuh dan berkembang di dalam konteks 2 (dua) transformasi sosial
yang revolusioner di Eropa:
1. Revolusi Industri (pada abad ke-18 dan
ke-19)
2. Revolusi Perancis (1789) sebagai salah satu
dampak dari Proses Pencerahan (Enlightenment) yang telah dimulai sebelumnya
Gambar 3 Auguste Comte ”Bapak Sosiologi"
Positivisme dan Evolusi Sosial
Peletak dasar pemikiran Positivisme di dalam Ilmu-Ilmu Sosial adalah
Auguste Comte.Comte adalah ilmuwan sosial pertama yang memberikan istilah
Sosiologi pada ilmu mengenai masyarakat.
Comte berpendapat bahwa tugas sosiologi adalah untuk mendapatkan
pengetahuan mengenai dunia sosial yang dapat diandalkan (reliable) sehingga
dapat memberikan prediksi.Salah satu kritik terhadap pemikiran positivis Comte
adalah bahwa sulit untuk membuat sosiologi menjadi ilmu yang prediktif.
Pengaruh pemikiran
Positivis Comte pada Evolusi Sosial adalah Hukum 3 (Tiga) Tahap:
¨ 1. Tahap
Teologis
¨ 2. Tahap
Metafisikal
¨ 3. Tahap Positif
Karl Marx: Revolusi Kapitalis
Pendekatan perspektif
teoretis Marx: Materialisme Historis atau yang lebih tepat adalah Konsepsi
Materialis mengenai Sejarah.Sejarah perkembangan masyarakat terjadi dan
mengalami perubahan yang bersifat dialektis.Salah satu kritik adalah bagaimana
membuktikan perspektif teoretis Marx ini secara empiris.
Emile
Durkheim: Level Sosial dari Realitas
Studi ilmiah mengenai gejala (fenomena) sosial
sangatlah diperlukan
Sosiologi
mempelajari Institusi Sosial (social institutions) dan Bentuk Sosial (social
forms).
Sosiologi
adalah Ilmu yang mempelajari Fakta Sosial
Salah satu Fakta Sosial adalah Solidaritas Mekanis
dan Solidaritas Organis
Salah satu kritik adalah bahwa pemikiran Durkheim
kurang dapat menjelaskan konflik dan perubahan sosial radikal yang dapat
terjadi di dalam masyarakat
Struktural Fungsionalisme
¨ Talcott Parsons dan Robert Merton
¨ Parsons
mengemukakan pemikirannya mengenai bagaimana Tatanan Sosial dapat dipertahankan
dan terus berkembang melalui Skema A-G-I-L
¨ Salah satu
kritik adalah bahwa perspektif teoretis Struktural Fungsionalisme ini sudah
kurang dapat menjelaskan lagi perubahan sosial yang terjadi di dalam masyarakat
sekarang ini
Max Weber: Kapitalisme dan Agama
Salah satu kritik adalah bahwa Semangat Kapitalisme ini secara empiris
dapat ditemukan pula pada berbagai penganut agama lain selain kaum Protestan
Calvinis.
Interaksionisme Simbolik
Interaksionisme Simbolik dengan pemikir utama George Herbert Mead dan
Erving Goffman. Interaksionisme Simbolik memfokuskan perhatian pada berbagai
interaksi sosial di dalam konteks tataran mikro dan bagaimana makna
dikonstruksikan dan ditransmisikan di antara para anggota masyarakat.
Fenomenologi
Fenomenologi adalah studi sistematis mengenai gejala (fenomena);
bagaimana gejala-gejala ini tampak di dalam pengalaman manusia dan pemikir
utama adalah Alfred Schutz.
Ethnometodologi
Etnometodologi adalah studi sistematis mengenai metode-metode yang
digunakan oleh para aggota dari suatu masyarakat tertentu untuk
mengkonstruksikan dunia sosial mereka dan pemikir utama adalah Harold Garfinkel.
Post Positivis (Pasca Positivis):Poststrukturalisme
dan Postmodernitas
Postmodernitas: Anti Meta Naratif pada umumnya, khususnya Anti Narasi
Besar di dalam sosiologi. Modernitas adalah “proyek” yang telah gagal. Tidak
ada “kemajuan” di dalam perkembangan masyarakat.
Sumber :
Seminar Kuliah Umum
bersama Erik Seda
Gambar 1:
Gambar 2:
Gambar 3:

Holla Jovan materi yg kamu sampaikan sudah cukup lengkap tetapi belum sistematis. Sementara aku kasih nilai 77 yah. Mangaaattt!!!
BalasHapushai Jovan. untuk sementara aku kasih nilai 70 ya karena menurutku informasi yang kamu berikan belum lengkap dan juga belum sistematis. Diperbaiki ya!
BalasHapus