Critical Thinking
Berpikir kritis (critical thinking) adalah proses
disiplin intelektual aktif dan kemahiran dalam mengkonsep, menerapkan,
mensintesa, dan atau mengevaluasi informasi dari hasil pengumpulan atau
ditimbulkan dari pengamatan, pengalaman,perenungan, penalaran
atau komunikasi sebagai petunjuk yang dapat dipercaya dan dalam bertindak.
Berpikir kritis berdasarkan nilai-nilai akal budi yang
sesuai dengan “subject-matter”dan mencakup kejernihan, ketelitian,ketepatan,
bukti, kesempurnaan
dan
kejujuran.
Berpikir kritis sangat penting dalam mengevaluasi
informasi yang
diterima,mengurangi
resiko bertindak yang mendasari penalaran salah
Seseorang dapat dikatakan berpikirkritis bila
mempunyai dua aspek, yaitu: cognitif skills dan kemampuan intelektual untuk
menggunakan skills tersebut sebagai petunjuk dalam bertindak.
Berpikir kritis tidak menjamin akan tercapainya suatu
kebenaran atau kesimpulan yang benar. Pertama, mungkin tidak punya semua informasi
yang sesuai,mungkin informasi yang penting tidak diketahui.
Kedua,kemungkinan
karena bias seseorang dalam menemukan dan mengevaluasi informasi.Setiap orang
harus menyadari kemungkinan keliru dalam dirinya sendiri,dengan (1) menerima
bahwa setiap orang mempunyai bias yang tidakdi sadari,oleh karena itu meminta pendapat
yang refleksif;(2) mengevaluasi kembali sebelum mempercayai sesuatu; (3)
menyadari bahwa setiap orang memiliki beberapa “blind spot”.
Sumber:http://repository.maranatha.edu/1652/1/Critical%20thinking,%20intelectual%20skills,%20reasoning,%20and%20critic.pdf

Komentar
Posting Komentar