Fallacies
Kekeliruan berfikir yang pertama ini kerap kali mengindap pemikiran
kita. Kekeliruan berfikir ini berawal dari kecenderungan orang untuk
melakukan pengambilan satu atau dua kasus untuk mendukung argument yang
bersifat general atau umum atau dapat juga berupa satu-dua kasus yang
dialami oleh seorang individu kemudian individu itu
menggenarlisasikannya pada yang umum. Untuk mempermudah kekeliruan
berfikir yang pertama ini, mari kita perhatikan contoh berikut ini:
Ada seorang yang mengatakan bahwa umat Islam adalah jorok berbeda dengan umat Kristen yang dikatakan bersih. Seseorang yang mengatakan bahwa umat Islam itu jorok hanya mengambil contoh pada satu lokalitas tertentu, misalnya diwilayah Cipaku –yang wilayahnya jorok dan dapat dikatakan mayoritas Islam, sedangkan mengatakan bahwa umat Kristen itu bersih karena melihat sekolah yang ternama dan bersih serta disiplin menjalankan aturan. Ini mengindikasikan seseorang itu hanya mengambil satu-dua kasus tertentu untuk melakukan generalisasi bahwa umat Islam itu jorok.
Sumber:https://ashrilfathoni.wordpress.com/2010/05/08/kekeliruan-berfikir/
Ada seorang yang mengatakan bahwa umat Islam adalah jorok berbeda dengan umat Kristen yang dikatakan bersih. Seseorang yang mengatakan bahwa umat Islam itu jorok hanya mengambil contoh pada satu lokalitas tertentu, misalnya diwilayah Cipaku –yang wilayahnya jorok dan dapat dikatakan mayoritas Islam, sedangkan mengatakan bahwa umat Kristen itu bersih karena melihat sekolah yang ternama dan bersih serta disiplin menjalankan aturan. Ini mengindikasikan seseorang itu hanya mengambil satu-dua kasus tertentu untuk melakukan generalisasi bahwa umat Islam itu jorok.
Sumber:https://ashrilfathoni.wordpress.com/2010/05/08/kekeliruan-berfikir/

Komentar
Posting Komentar